Perkuat Perlindungan dan Keamanan di Lingkungan Kampus, STAI Pelabuhan Ratu Bentuk SATGAS PPKSP dan K3L
- Selasa, 18 Agustus 2026
- 14 Kali dilihat
STAIP.AC.ID – Dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, STAI Pelabuhan Ratu secara resmi membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (SATGAS PPKSP) serta Satuan Tugas Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SATGAS K3L).
Pembentukan kedua satuan tugas ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang berorientasi pada perlindungan sivitas akademika dan peningkatan budaya mutu.
Pembentukan SATGAS PPKSP dan SATGAS K3L dihadiri oleh pimpinan STAI Pelabuhan Ratu, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, serta unsur pendukung lainnya. Kehadiran kedua satuan tugas tersebut diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan kampus yang inklusif, aman, sehat, dan berkeadilan.
Dalam sambutannya, Budi Munawar Khutomi selaku Ketua STAI Pelabuhan Ratu menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dalam menjamin keamanan, keselamatan, dan perlindungan seluruh sivitas akademika.
"Kampus harus menjadi ruang yang aman untuk belajar, bekerja, berkarya, dan mengembangkan potensi. Melalui pembentukan SATGAS PPKSP dan SATGAS K3L, STAI Pelabuhan Ratu menunjukkan komitmen nyata dalam membangun budaya kampus yang bebas dari kekerasan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan seluruh warga kampus," ujar ketua STAI Pelabuhan Ratu.
SATGAS PPKSP: Mewujudkan Kampus Bebas Kekerasan
SATGAS PPKSP dibentuk untuk melaksanakan berbagai upaya pencegahan, penanganan, pendampingan, serta pemulihan terhadap korban kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus. Satgas ini juga bertugas meningkatkan kesadaran sivitas akademika melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kampanye mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan.
Ruang lingkup kerja SATGAS PPKSP meliputi:
1. Pencegahan segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus.
2. Penerimaan dan penanganan laporan dugaan kekerasan.
3. Pendampingan korban secara profesional dan berkeadilan.
4. Koordinasi dengan pimpinan kampus dan pihak terkait dalam proses penanganan.
5. Edukasi dan penguatan budaya saling menghormati, menghargai, serta menjunjung tinggi etika akademik.
SATGAS K3L: Membangun Budaya Keselamatan dan Kepedulian Lingkungan
Selain membentuk SATGAS PPKSP, STAI Pelabuhan Ratu juga membentuk SATGAS K3L yang bertugas mengembangkan sistem Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan di seluruh area kampus.
SATGAS K3L memiliki peran strategis dalam:
1. Mengidentifikasi potensi risiko keselamatan di lingkungan kampus.
2. Menyusun standar operasional keselamatan dan kesehatan kerja.
3. Mendorong budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan.
4. Melaksanakan edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
5. Melakukan monitoring terhadap penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kampus.
Keberadaan SATGAS K3L diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya menjaga keselamatan pribadi, kesehatan kerja, serta kelestarian lingkungan sebagai bagian dari budaya akademik yang berkelanjutan.
Wujud Komitmen Menuju Kampus Aman dan Berbudaya Mutu
Pembentukan SATGAS PPKSP dan SATGAS K3L merupakan langkah strategis STAI Pelabuhan Ratu dalam mendukung terciptanya tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada perlindungan seluruh warga kampus. Kedua satuan tugas tersebut akan bekerja secara kolaboratif dengan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan mitra eksternal untuk memastikan setiap kebijakan perlindungan, keselamatan, dan kesehatan dapat diterapkan secara efektif.
Melalui pembentukan SATGAS PPKSP dan SATGAS K3L, STAI Pelabuhan Ratu berharap dapat membangun budaya kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, sehat, dan berkarakter. Komitmen ini sejalan dengan visi institusi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, berintegritas, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan hadirnya kedua satuan tugas tersebut, STAI Pelabuhan Ratu semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan perlindungan hak-hak sivitas akademika, keselamatan kerja, kesehatan lingkungan, serta pembentukan budaya kampus yang harmonis, humanis, dan berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Ketua STAI Pelabuhan Ratu berharap pembentukan SATGAS PPKSP dan SATGAS K3L tidak hanya menjadi pemenuhan kewajiban regulasi, tetapi benar-benar menjadi budaya bersama dalam kehidupan kampus. Seluruh sivitas akademika diharapkan memiliki kepedulian, keberanian, dan tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, inklusif, dan saling menghormati.
"Saya berharap SATGAS PPKSP dan SATGAS K3L menjadi garda terdepan dalam membangun budaya kampus yang aman, nyaman, dan berintegritas. Kampus yang unggul bukan hanya diukur dari prestasi akademiknya, tetapi juga dari kemampuannya melindungi setiap warganya, menghargai martabat manusia, serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan penuh rasa saling menghormati. Mari kita jadikan STAI Pelabuhan Ratu sebagai rumah bersama yang memberikan rasa aman untuk belajar, berkarya, dan mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin," puncaknya penuh harap.
Highlight
Berita Populer
Berita Lainnya